Feeds:
Posts
Comments

Archive for January, 2011

WELCOME COLLECTORS FROM ALL OVER THE WORLD

SELAMAT DATANG KOLEKTOR INDONESIA DAN ASIAN

AT DR IWAN CYBERMUSEUM

DI MUSEUM DUNIA MAYA DR IWAN S.

_____________________________________________________________________

SPACE UNTUK IKLAN SPONSOR

_____________________________________________________________________

*ill 001

*ill 001 LOGO MUSEUM DUNIA MAYA DR IWAN S.*ill 001

THE FIRST INDONESIAN CYBERMUSEUM

MUSEUM DUNIA MAYA PERTAMA DI INDONESIA

DALAM PROSES UNTUK MENDAPATKAN SERTIFIKAT MURI

PENDIRI DAN PENEMU IDE

THE FOUNDER

Dr IWAN SUWANDY, MHA

BUNGA IDOLA PENEMU : BUNGA KERAJAAN MING SERUNAI( CHRYSANTHENUM)

WELCOME TO THE MAIN HALL OF FREEDOM

SELAMAT DATANG DI GEDUNG UTAMA “MERDEKA

Showcase:
Pameran Koleksi Historis Gereja katolik Indonesia 1800-1942

(THE INDONESIA CATHOLIC CHURCH HISTORIC COLLECTIONS)

FRAME ONE : INTRODUCTIONS(PENDAHULUAN)

I. DASAR PEMIKIRAN(BACKGROUND)

1.In May,8th,1807 was the moment of earliest histrotic of the beginning of Catholic Churh hirachy in Batavia (now Jakarta) and also the first point of Catholic church Hirarchy in Dutch east indie because at this date the Dutch east Indie ‘s Perfectur Apostholic had begun officially was the first Perfectur apostilk P.J.Nielsen,Pr. The young Church were developed until age 200 years .and the Keuskupan agung Jakarta have serveing actively the Catholic pupil at Jakarta,Bekasi and tangerang. 25 years ago the new bigger Yakobus church had built at Kelapa gading Jakarta Utara, and now have renovation to be the very amizing church in Jakarta utara.

Tanggal 8 Mei 1807 merupakan momentum awal bersejarah dimulainya hierarki Gereja Katolik di Jakarta (Batavia kala itu) bahkan titik mula hierarki Gereja Katolik di Hindia Belanda dimana pada tanggal tersebut telah diresmikan berdirinya Prefektur Apostolik Hindia Belanda dengan Prefektur Apostolik Pertama yaitu P. J. Nellisen, Pr. Gereja belia ini terus-menerus bertumbuh dan berkembang secara dinamis hingga kini telah mencapai usia 200 tahun, usia yang matang bagi gereja untuk berkarya nyata di masyarakatnya dalam wilayah yurisdiksinya dan hal inilah yang menjadi tantangan bagi umat Katolik di Keuskupan Agung Jakarta untuk terlibat aktif melayani dalam kehidupan bermasyarakat di Jakarta, Tangerang dan Bekasi.Dua puluh lima tahun yang lalu didirikan sebuah gereja yang indah menarik di Kelapa Gading Jakarta.

2.Dr Iwan Suwandy want to make an active participations to add the christian catholic informations in order to add their knowledge related with their church.

Dr Iwan suwandy ingin ikut secara nyata berpartisipasi aktif dalam usaha peningkatan pengetahuan informasi para umat Katolik yang tekait dengan gereja mereka.

3. When the age of Indonesian Catholic Church became 200 years and the Kelapa gading ‘s yakobus church 25 years ,this time was the best moment for the catholic church and dr iwan suwandy to reseach about the history of church development as the basic info for the next development.

Ketika usia Gereja Katolik di Keuskupan Agung Jakarta dan jakarta telah mencapai usia 200 tahun ,lihat surat gembala uskup agung Jakarta terkait perayaan dua abad Gereja Katolik Indonesia dibawah ini:

dan gereja St Yakobus kepalpa gading 25 tahun silahkan melihat label peringatan dibawah ini :

, tentunya merupakan momentum yang tepat agar Geraja katolik Indonesia dan Dr iwan melakukan penelitian sejarah Gereja Katolik sebagai informasi awal untk perkembangan dimasa mendatang.

4, After collecting informations since 20 years ,starting in 1990, I starting to analysing and made exhibition my best collections of indonesia catholic Church ‘s history. some information I found from google exploration, This the first complete info from all of Indonesian province in cybermuseum, bacause this time the history from each church only.

Setelah mengumpulkan informasi sejak 20 tahun yang lalu,mulai tahun 1990.saya menemukan koleksi yang terkait dengan gereja katolik indonesia seperti Buku peringatan gereja katolik Indonesia dalam bahasa belanda dengan pengantar dari Paus Pius IX tanggal 28 Pebruari 1926 ,lihat illustrasinya dibawah ini

buku ini yang menjadi sumber inormasi yang sangat berguna anatar lain berisi sejarah dan peta misi katolik dIndonesia silahkan lihat illustrasinya dibawah ini :

dalam peta ini terlihat Indonesia dibagi dalam enam wilayah apostolik dan sembilan perfektur.berdasarkan area ini akan disajikan koleski illustrasi dan info sejarahnya.

selain itu saya menemukan patung maria antik di Bukitinggi tahun 1984 dari toko antik teman saya ,lihat fotonya .

Seluruh info tersebut diatas ditambah dari eksplorasi google cukup menarik untuk di analisa dan ditampilkan dalam pameran koleksi historis gereja katolik Indonesia, . Pameran ini adalah informasi lengkap dari seluruh provinisi yang pertama kali dilakukan di museum dunia maya, karena saat ini hanya ada pameran dari masing-masing gereja saja dan tidak lengkap.

4. I hope all the Catholic members in Indonesia and all over the world will accepting the best informations to add their knowledge about the history of Catholic church in Indonesia.The infowill write in English language whic can read by all christian catholic memebers all over the world

5. Thanks very much for indformations from all the priest had add in the internet which I add with my own collections in this exhituion

6. I know this informations were not complete and need more corrections and added info, please comment and suggestion to make this article more best performance.

Jakarta january 2011

Dr Iwan suwandy

FRAME TWO:

*ill

*ill peninggalan gereja portugis di Bitaoni Timor.

agama Katolik merupakan agama yang pertama kali muncul dan berkembang sangat pesat terutama di kawasan eropa. Dengan memakai pusat di vatikan, misionaris misionaris disebar bersama dengan melalui armada armada kapal penjelajah. Misi gold,glory, and gospel yang mengikutsertakan agama sebagai misi utama penjelajah eropa turut serta menjadi faktor penyebar agama Katolik.
Agama katolik diyakini pertama kali dibawa oleh penjelajah Portugis yang mendarat di Maluku utara. Tokoh misionaris yang paling berperan dalam penyebaran agama katolik di daerah ini adalah Fransiskus Xaverius (seorang Santo yang disebut kehidupannya sangat mirip dengan gaya hidup Yesus)di antara 1546-1547 terutama di Ambon,Saparua dan Ternate.

THE CATHOLIC CHURCH BEFORE 19TH CENTURY (voc era)

Kemenangan VOC atas Spanyol dan Portugis di Indonesia menyebabkan terhentinya penyebaran agama Kristen Roma Katolik, karena bangsa Spanyol dan Portugis menganut agama Kriosten Roma Katolik sedangkan Belanda menganut agama Protestan. Belanda mengusir mereka dan melarang penyebaran agama Katolik, kemudian menjadikan Protestan sebagai gantinya. Tujuan orang-orang Belanda itu ingin melenyapkan agama Katolik, baik di negeri Belanda sendiri maupun di daerah jajahannya (Embuiru dalam Bakry, 1979). Meski kondisinya demikian, tetap masih ada pengikut Katolik dan mereka memiliki imam Katolik yang secara diam-diam saling tolong menolong.

GEREJA KATOLIK ABAD KE XIX.

THE CATHOLIC CHURCH IN 19TH CENTURY

Barulah ketika Raja Lodewijk naik takhta yang memeluk agama Katolik berkuasa, Penyebaran Agama Katolik kembali berkembang pesat. Pada tanggal 8 Mei 1807 pimpinan Gereja Katolik di Roma mendapat persetujuan Raja Louis Napoleon untuk mendirikan Prefektur Apostolik Hindia Belanda di Batavia (sejalan dengan sejarahnya Katedral Jakarta)

namun ada anggapan bahwa berkembangnya agama Katolik di Maluku buka merupakan yang pertama kali. Adalah suatu daerah di pantai barat Sumatra di pelabuhan tertua di Indonesia yaitu Barus (dahulu pancur). Berita tersebut dapat dibaca dalam sejarah kuno karangan seorang ahli sejarah Shaykh Abu Salih al-Armini yang menulis buku “Daftar berita-berita tentang Gereja-gereja dan pertapaan dari provinsi Mesir dan tanah-tanah di luarnya”. yang memuat berita tentang 707 gereja dan 181 pertapaan Serani yang tersebar di Mesir, Nubia, Abbessinia, Afrika Barat, Spanyol, Arabia, India dan Indonesia.
Dengan terus dilakukan penyelidikan berita dari Abu Salih al-Armini kita dapat mengambil kesimpulan kota Barus yang dahulu disebut Pancur dan saat ini terletak di dalam Keuskupan Sibolga di Sumatera Utara adalah tempat kediaman umat Katolik tertua di Indonesia. Di Barus juga telah berdiri sebuah Gereja dengan nama Gereja Bunda Perawan Murni Maria

hingga saat ini keberadaan agama katolik cukup besar dengan penganut sekitar 3,6 % dari populasi penduduk Indonesia .Jika dalam suatu negeri terdapat misi Katolik, maka segala usaha misi diatur langsung oleh pusat misi di Roma yang bernama Congregatio de Propaganda Fide (Komisi untuk menyiarkan Iman). Langkah yang ditempuh pertama kali ketika mereka memasuki daerah baru adalah mendirikan prefektur-Apostolis, dipimpin oleh seorang Padri yang disebut Prefek-Apostolis. Apabila usaha misi telah berkembang dengan baik, maka Prefektur tersebut ditetapkan menjadi vikariat-Apostolis. Pada tahun 1826 organisasi tersebut pernah berlaku di Indonesia ketika Paus menetapkan Prefektur-Apostolis pertama di sana. Persengkataan antara pemerintah Belanda dengan gereja Roma Katolik berakhir pada tahun 1847, ketika gereja Roma Katolik diakui berdaulat. Setelah itu, Kristen Katolik dan Protestan semakin berkembang di Indonesia (Bakry, 1979)

pada tahun 1810-1820, didirikan gereja kathedral pertama di Bayavia(Jakarta) Indonesia yang sampai saat masih ada, lihat gambar lama (vintage picture) gereja tersebut tahun 1880:

sejarah singkat gereja kathedral Jakarta

Gereja Katedral Jakarta
Gereja Katedral Jakarta

Letak Jakarta, Indonesia
Afiliasi agama Katolik Roma
Tahun diresmikan 21 April 1901

Deskripsi arsitektur
Arsitek Antonius Dijkmans
Jenis arsitektur Gereja
Gaya arsitektur Neo-Gothic
Tahun selesai 21 April 1901
Spesifikasi
Puncak 2

Gereja Katedral Jakarta (nama resmi: Santa Maria Pelindung Diangkat Ke Surga, De Kerk van Onze Lieve Vrouwe ten Hemelopneming) adalah sebuah gereja di Jakarta. Gedung gereja ini diresmikan pada 1901 dan dibangun dengan arsitektur neo-gotik dari Eropa, yakni arsitektur yang sangat lazim digunakan untuk membangun gedung gereja beberapa abad yang lalu.

Gereja yang sekarang ini dirancang dan dimulai oleh Pastor Antonius Dijkmans dan peletakan batu pertamanya dilakukan oleh Provicaris Carolus Wenneker. Pekerjaan ini kemudian dilanjutkan oleh Cuypers-Hulswit ketika Dijkmans tidak bisa melanjutkannya, dan kemudian diresmikan dan diberkati pada 21 April 1901 oleh Mgr. Edmundus Sybradus Luypen, SJ, Vikaris Apostolik Jakarta.

Katedral yang kita kenal sekarang sesungguhnya bukanlah gedung gereja yang asli di tempat itu, karena Katedral yang asli diresmikan pada Februari 1810, namun pada 27 Juli 1826 gedung Gereja itu terbakar bersama 180 rumah penduduk di sekitarnya. Lalu pada tanggal 31 Mei 1890 dalam cuaca yang cerah, Gereja itu pun sempat roboh.

PS KOLEKSI LENGKAP LIHAT DI Driwancybermuseum blog,SILAHKAN KLIK hhtp://www.Driwancybermuseum.wordpress.com.

Selesai @ hak cipta dr Iwan Suwandy 2011

Read Full Post »

WELCOME COLLECTORS FROM ALL OVER THE WORLD

SELAMAT DATANG KOLEKTOR INDONESIA DAN ASIAN

AT DR IWAN CYBERMUSEUM

DI MUSEUM DUNIA MAYA DR IWAN S.

_____________________________________________________________________

SPACE UNTUK IKLAN SPONSOR

_____________________________________________________________________

*ill 001

*ill 001 LOGO MUSEUM DUNIA MAYA DR IWAN S.*ill 001

THE FIRST INDONESIAN CYBERMUSEUM

MUSEUM DUNIA MAYA PERTAMA DI INDONESIA

DALAM PROSES UNTUK MENDAPATKAN SERTIFIKAT MURI

PENDIRI DAN PENEMU IDE

THE FOUNDER

Dr IWAN SUWANDY, MHA

BUNGA IDOLA PENEMU : BUNGA KERAJAAN MING SERUNAI( CHRYSANTHENUM)

WELCOME TO THE MAIN HALL OF FREEDOM

SELAMAT DATANG DI GEDUNG UTAMA “MERDEKA

SHOWCASE :
Pameran Koleksi Sejarah Plat gramophone(piring hitam) Di Indonesia Sesudah perang dunia kedua 1945-1970
(The Indonesian’s Plate Gramophone Historic collections after WW II 1945-1970)

Frame One : Introduction
1. I have starting build the collections of Gramophone plate since study in hish school at Padang city West Sumatra in 1960.

2. Until this day in 2011 , I cannot found the complete informations about the Indonesian’s gramophone plate History, that is why I have made reasech about this topic in order to give the young generations about the development of music gramophone technology in the world since found by Mr Thomas Alfa Edison and when first arrived in Indonesia during The Dutch East colionial Era.

3. I will show my collections with information from that very rare and amizing historic collections, very lucky I had found vintage book of gramophone and also many info fram google explorations,especially from wikipedia ,for that info thanks very much.

4. Before I had done The exhibtion which divide into two parts, first before World War I and second Between WWI and WWII. all during Indonesia under Dutch east Indie Colonial time. and now lets look at the earliest Indonesia independence era 1945-1970.

5.The earliest Gramophone’s Plate in 19Th Century produced by Addison inc with very thick plate almost 4 times then now circa 1 cm,then became half centimer and latest 0,2 cm more thin,please look the comperative picture below:

First the mechanic gramophone look the promotion picture of His Mater Voice company below:

and later electric gramophone, still used gramophone needle look the needle promotion label below :

6.In Indonesia during Colonial time , the gramophone’s plate sold by the chinese marchant still the same until thee arliest Indonesia Independt era 1945-1970,many at Pasar Baru Market Batavia (Jakarta) please look the trader mark below :

7a. Before Indonesian Independent during Dutch East Indie(Ned.Indie) colonial-masa penjajahan hindia Belanda the earliest Indonesian record(rekaman piring hitam) had found by dr Iwan were BK Record,look the picture below

and the singer was Mis Riboeet with Tionghoa etnic song and arabic ehnic song,more info look at my collections in the frame one.

7b.I had found Some Indonesia Album record era 1945-1960 ,look below

1)Irama record made in India with song Djali Djali

Indonesia’s recording studios have increasingly diversified out of the template established by the country’s two largest recording companies, P.N. Lokananta (the national recording company of Indonesia) and Hidup Baru.

In contrast to the 1950s and 1960s, many studios today are no longer owned solely by producers, the Indonesia record before lokanata, produced by Irama Resords and made in India studio processing above , like MCG record by dutch Leow cooperations

also in Indonesia (Irama indonesian music co ltd) look below compare with above :

1) Irama Record

The other earliest Indonesian records company :

2) Bali Record Music Cooperation

3) Mesra Record Inc

4)Gedung Musik Nusantara Record Inc

5) Lokananta which not only music and po song also the Javanese Wayang ketoprak like Djaka Tingkir look below:

The Christian Songs, and aslo the special album were made by lokanata record for the present to the Bandung asia Africa conference in 1955.(More type still in reasrech)

8.The Indonesia edition Rolling stones Magazine, in 2007 had publish special edition about 150 Indonesian Best music and singers and from the table I had arragane a table beetween 1950-1970 look below :

Majallah Rolling stones Indonesia telah menerbitkan edisi khusus ke 32 Desember 2007 15o album musik dan penyayi Indonesia terbaik 1950-2007, daftra ini disususn olehkontributor Majalah Rolling Stone Indonesia, yaitu Denny MR (wartawan senior), Denny Sakrie (pengamat musik senior dan kolektor musik), David Tarigan (pendiri Aksara Records, kolektor musik) dan Theodore KS (pengamat musik senior). Daftar yang mereka susun dan terbitkan tersebut menuai berbagai macam kritik dan kontroversi dari para penggemar musik di Indonesia, dan dari daftar tersebut saya telah menyusun daftar musik dan penyanyi legendaris Indonesia 1950-1970 dibawah ini :

PENYANYI LEGENDARIS INDONESIA 1950-1990

1.ERA 1950-1960

47 1957 Papaja Mangga Pisang Jambu (kompilasi) Irama Records

2.ERA 1960-1970

18 1960 Lagu Gumarang Jang Terkenal Orkes Gumarang Mesra Records
32 1961 Semalam Di Malaya Saiful Bahri Irama Records
63 1962 Bubi Chen And His Fabulous 5 Bubi Chen Irama
62 1963 Eka Sapta Eka Sapta Bali Records

62 1963 Eka Sapta Eka Sapta Bali Records
37 1964 Oslan Husein Oslan Husein Irama Records

132 1964 Teluk Bayur Ernie Djohan Remaco
20 1965 Jang Pertama Dara Puspita Mesra Records
52 1966 Doa Ibu Titiek Puspa Irama

6 1967 To The So Called The Guilties Koes Bersaudara Mesra Records

4 1969 Dheg Dheg Plas Koes Plus Melody
21 1970 Koes Plus Volume 2 Koes Plus Dimitra
25 1969 Si Djampang Benjamin S. Melody

9. Sampai saat ini belum ada penelitian tentang penyanyi legendfaris 1945-1950 pada masa perang kemerdekaan, tetapi saya telah menemukan beberapa koleksi pada era ini yang dapat dijadikan acuan bagi penelitian lebih lanjut.

Until this dayI still couldnot foud the info about the research of Indonesian legendary music and singers during era Indonesian independent war 1945-1950, but I had found some collections during this era and can be the basic info for more future research .

10.Pameran ini tidak lengkap dan masih banyak kekurangannya sehingga koreksi dan saran serta tambahan informasi masih sangat diharapkan, sebelumnya saya ucapkan terima kasih.

This exhibiton not complte and still found many wrong info that is why still need corections and sugestions from all Indonesian music record collectors, for more info and coreections thank you verymuch.

11.I hope all the collectors all over the world ,especially Indonesian Music Records plates ‘s will Collectors honor my copyright with donnot copy or tag this exhibitons without my permisssion,thanks.

Jakarta January 2011

Dr Iwan suwandy @ copyright 2011

Frame two :
Dr Iwan Collections

1.a. Era Penjajahan Belanda sebelum WWII (Dutch East India colonial Before 1942)BK RECORDS wit the singer Mis Riboeet,song Tionghoa ethnic song and Arabic ethnic song Jasidi. The Information of The first Indonesian singer record Miss Riboet from google exploration.
a) Kisah singkat Miss Riboet Orion
(a)versi satu

Iklan Dardanella.

Dua perkumpulan besar sandiwara berdiri pada 1925 dan 1926, Miss Riboet Orion dan Dardanella. Keduanya merajai dunia sandiwara kala itu. Mereka dikenal terutama karena pemain-pemainnya yang piawai berperan di atas panggung, cerita-ceritanya yang realis, dan punya seorang pemimpin kharismatik.

Kedua perkumpulan ini dikenal sebagai pembenih sandiwara modern Indonesia. Mereka merombak beberapa tradisi yang telah lazim pada masa stambul, bangsawan, dan opera, seperti: membuat pembagian episode yang lebih ringkas dari stambul, menghapuskan adegan perkenalan para tokoh sebelum bermain, menghilangkan selingan nyanyian atau tarian di tengah adegan, menghapus kebiasaan memainkan sebuah lakon hanya dalam satu malam pertunjukan, dan objek cerita sudah mulai berupa cerita-cerita asli, bukan dari hikayat-hikayat lama atau cerita-cerita yang diambil dari film-film terkenal (Oemarjati, 1971: 30-31). Rombongan sandiwara ini juga mulai menggunakan naskah untuk diperankan di atas pentas, menggunakan panggung pementasan, serta mulai mengenal peran seseorang yang mirip sutradara (pada masa itu lazim disebut programma meester, peran ini dimainkan oleh pemimpin perkumpulan).

Perkumpulan sandiwara Orion berdiri di Batavia pada 1925. Rombongan sandiwara ini didirikan serta dipimpin oleh Tio Tek Djien Junior. Tio merupakan seorang terpelajar pertama yang menekuni secara serius kesenian sandiwara modern. Dia lulusan sekolah dagang Batavia. Primadona mereka adalah Miss Riboet. Selain sebagai istri Tio, Riboet juga terkenal dengan permainan pedangnya. Ia sangat menonjol ketika memerankan seorang perampok perempuan dalam lakon Juanita de Vega karya Antoinette de Zerna. Selanjutnya perkumpulan ini terkenal dengan nama Miss Riboet Orion (Sumardjo, 2004: 115).

Perkumpulan ini semakin mengibarkan bendera ketenarannya setelah masuk seorang wartawan bernama Njoo Cheong Seng dan istrinya Fifi Young. Setelah masuknya Njoo Cheong Seng dan Fifi Young, perkumpulan ini meninggalkan cerita-cerita khayalan yang pada masa stambul dan bangsawan lazim untuk dibawakan ke panggung (Pane, 1953: 9). Kemudian Njoo Cheong Seng menjadi tangan kanan Tio Tek Djien dan bertugas sebagai penulis lakon pada perkumpulan ini dan menghasilkan cerita-cerita, seperti Saidjah, R.A. Soemiatie, Barisan Tengkorak, dan Singapore After Midnight.

Pertunjukan Dardanella

Di tengah kepopuleran Miss Riboet Orion, berdiri perkumpulan sandiwara Dardanella di Sidoarjo pada 21 Juni 1926. Sebagaimana Miss Riboet Orion, Dardanella juga telah melakukan perubahan besar pada dunia sandiwara. Dardanella didirikan oleh A. Piedro, seorang Rusia yang bernama asli Willy Klimanoff (Ramadhan KH, 1984: 5. Pada 1929, untuk pertamakalinya Dardanella mengadakan pertunjukan di Batavia. Mulanya lakon-lakon yang dimainkan adalah cerita-cerita berdasarkan film-film yang sedang ramai dibicarakan orang, seperti Robin Hood, The Mask of Zorro, The Three Musketeers, The Black Pirates, The Thief of Baghdad, Roses of Yesterday, The Sheik of Arabia, Vera, dan Graaf de Monte Christo (Ramadhan KH, 1984: 74). Namun pada kunjungan keduanya di Batavia, mereka menghadirkan cerita mengenai kehidupan di Indonesia, seperti Annie van Mendoet, Lilie van Tjikampek, dan De Roos van Tjikembang. Cerita-cerita ini disebut dengan Indische Roman, yaitu cerita-cerita yang mengambil inspirasinya dari kehidupan Indonesia, dikarang dalam bahasa Belanda (Brahim, 1968: 116).

Pada tahun yang sama, seorang wartawan dari majalah Doenia Film, bernama Andjar Asmara, ikut masuk ke dalam perkumpulan ini, dan meninggalkan pekerjaannya sebagai wartawan di majalah tersebut. Seperti halnya Njoo Cheong Seng di Miss Riboet Orion, Andjar kemudian juga menjadi tangan kanan Piedro, dan bertugas sebagai penulis naskah perkumpulan. Andjar Asmara menulis beberapa naskah, seperti Dr. Samsi, Si Bongkok, Haida, Tjang, dan Perantaian 99 (Tzu You dalam Sin Po, 1939: 12). Dardanella juga terkenal dengan pemain-pemainnya yang piawai memegang peranan dalam setiap pertunjukan. Para pemain ini terkenal dengan sebutan The Big Five. Anggota Perkumpulan Dardanella yang disebut The Big Five yaitu, Ferry Kock, Miss Dja, Tan Tjeng Bok, Riboet II, dan Astaman (Tzu You dalam Sin Po, 1939: 11-12).

Persaingan untuk meraih perhatian publik antara Miss Riboet Orion dengan Dardanella terjadi di Batavia pada tahun 1931. Sebenarnya persaingan Miss Riboet Orion dengan Dardanella sudah mulai terlihat ketika dua perkumpulan ini memperebutkan “pengakuan nama” dari salah satu pemainnya, yaitu Riboet. Dalam dua perkumpulan ini ada satu pemain yang namanya sama. Ketika itu Dardanella yang sedang bermain di Surabaya, didatangi dan dituntut oleh Tio Tek Djien, pemimpin Miss Riboet Orion, karena Dardanella mempergunakan nama Riboet juga untuk seorang pemainnya. Tio berkata kepada Piedro, “Kami tidak senang Tuan mempergunakan nama yang sama, nama Riboet juga untuk pemain Tuan…kami menyampaikan gugatan, Miss Riboet hanya ada satu dan dia sekarang sedang bermain di Batavia”. Akhir dari perseteruan ini adalah mengalahnya Piedro kepada Tio dan merubah nama Riboet yang ada di Dardanella menjadi Riboet II (Ramadhan KH, 1982: 72).

Memang lazim terjadi persaingan antarperkumpulan sandiwara, terutama di kota besar seperti Batavia. Sebelum persaingan dengan Dardanella, Miss Riboet Orion juga pernah bersaingan dengan Dahlia Opera, pimpinan Tengkoe Katan dari Medan, persaingan ini berakhir dengan kemenangan pihak Orion (Tzu You dalam Sin Po, 1939: 11). Wujud dari persaingan antara Miss Riboet Orion dan Dardanella ini adalah pecahnya perang reklame. Dardanella memajukan Dr. Samsi sebagai lakon andalan mereka, sedangkan Miss Riboet Orion dengan Gagak Solo. Dalam persaingan ini, Dardanella mengandalkan A. Piedro, Andjar Asmara, dan Tan Tjeng Bok, sedangkan Miss Riboet Orion mengandalkan Tio Tek Djien, Njoo Cheong Seng, dan A. Boellaard van Tuijl, sebagai pemimpinnya (Tzu You dalam Sin Po, 1939: 12). Kedua wartawan dalam perkumpulan-perkumpulan itu bekerja dan memutar otak untuk membuat reklame propaganda yang, sedapat-dapatnya, memengaruhi pikiran publik.

Akhirnya Miss Riboet Orion harus menyerah kepada Dardanella. Riwayat Perkumpulan Sandiwara Miss Riboet Orion berakhir pada 1934, ketika penulis naskah mereka Njoo Cheong Seng dan Fifi Young, pindah ke Dardanella.

Dardanella menjadi semakin besar dengan hadirnya anggota-anggota baru seperti Ratna Asmara, Bachtiar Effendi, Fifi Young, dan Henry L. Duarte (seorang Amerika yang dilahirkan di Guam). Dalam Dardanella juga berkumpul tiga penulis lakon ternama, seperti A. Piedro, Andjar Asmara, dan Njoo Cheong Seng, di samping itu, perkumpulan ini diperkuat oleh permainan luar biasa dari bintang-bintang panggungnya seperti Miss Dja, Ferry Kock, Tan Tjeng Bok, Astaman, dan Riboet II.

Pada 1935, Piedro memutuskan untuk mengadakan perjalanan ke Siam, Burma, Sri Lanka, India, dan Tibet, untuk memperkenalkan pertunjukan-pertunjukan mereka. Perjalanan ini disebut Tour d’Orient. Dalam perjalanan itu tidak dipentaskan sandiwara, melainkan tari-tarian Indonesia seperti Serimpi, Bedoyo, Golek, Jangger, Durga, Penca Minangkabau, Keroncong, Penca Sunda, Nyanyian Ambon, dan tari-tarian Papua (Tzu You dalam Sin Po, 1939: 13).

Tour d’Orient adalah perjalanan terakhir Dardanella. Setelah perjalanan itu Dardanella pecah. Dan kisah dua raksasa sandiwara ini pun berakhir…

(b)versi dua
*courtecy Mr Schlompe

Dua perkumpulan besar sandiwara berdiri pada 1925 dan 1926, Miss Riboet Orion dan Dardanella. Keduanya merajai dunia sandiwara kala itu. Mereka dikenal terutama karena pemain-pemainnya yang piawai berperan di atas panggung, cerita-ceritanya yang realis, dan punya seorang pemimpin kharismatik.

Kedua perkumpulan ini dikenal sebagai pembenih sandiwara modern Indonesia. Mereka merombak beberapa tradisi yang telah lazim pada masa stambul, bangsawan, dan opera, seperti: membuat pembagian episode yang lebih ringkas dari stambul, menghapuskan adegan perkenalan para tokoh sebelum bermain, menghilangkan selingan nyanyian atau tarian di tengah adegan, menghapus kebiasaan memainkan sebuah lakon hanya dalam satu malam pertunjukan, dan objek cerita sudah mulai berupa cerita-cerita asli, bukan dari hikayat-hikayat lama atau cerita-cerita yang diambil dari film-film terkenal (Oemarjati, 1971: 30-31). Rombongan sandiwara ini juga mulai menggunakan naskah untuk diperankan di atas pentas, menggunakan panggung pementasan, serta mulai mengenal peran seseorang yang mirip sutradara (pada masa itu lazim disebut programma meester, peran ini dimainkan oleh pemimpin perkumpulan).

Perkumpulan sandiwara Orion berdiri di Batavia pada 1925. Rombongan sandiwara ini didirikan serta dipimpin oleh Tio Tek Djien Junior. Tio merupakan seorang terpelajar pertama yang menekuni secara serius kesenian sandiwara modern. Dia lulusan sekolah dagang Batavia. Primadona mereka adalah Miss Riboet. Selain sebagai istri Tio, Riboet juga terkenal dengan permainan pedangnya. Ia sangat menonjol ketika memerankan seorang perampok perempuan dalam lakon Juanita de Vega karya Antoinette de Zerna. Selanjutnya perkumpulan ini terkenal dengan nama Miss Riboet Orion (Sumardjo, 2004: 115).

Perkumpulan ini semakin mengibarkan bendera ketenarannya setelah masuk seorang wartawan bernama Njoo Cheong Seng dan istrinya Fifi Young. Setelah masuknya Njoo Cheong Seng dan Fifi Young, perkumpulan ini meninggalkan cerita-cerita khayalan yang pada masa stambul dan bangsawan lazim untuk dibawakan ke panggung (Pane, 1953: 9). Kemudian Njoo Cheong Seng menjadi tangan kanan Tio Tek Djien dan bertugas sebagai penulis lakon pada perkumpulan ini dan menghasilkan cerita-cerita, seperti Saidjah, R.A. Soemiatie, Barisan Tengkorak, dan Singapore After Midnight.

Di tengah kepopuleran Miss Riboet Orion, berdiri perkumpulan sandiwara Dardanella di Sidoarjo pada 21 Juni 1926. Sebagaimana Miss Riboet Orion, Dardanella juga telah melakukan perubahan besar pada dunia sandiwara. Dardanella didirikan oleh A. Piedro, seorang Rusia yang bernama asli Willy Klimanoff (Ramadhan KH, 1984: 58). Pada 1929, untuk pertamakalinya Dardanella mengadakan pertunjukan di Batavia. Mulanya lakon-lakon yang dimainkan adalah cerita-cerita berdasarkan film-film yang sedang ramai dibicarakan orang, seperti Robin Hood, The Mask of Zorro, The Three Musketeers, The Black Pirates, The Thief of Baghdad, Roses of Yesterday, The Sheik of Arabia, Vera, dan Graaf de Monte Christo (Ramadhan KH, 1984: 74). Namun pada kunjungan keduanya di Batavia, mereka menghadirkan cerita mengenai kehidupan di Indonesia, seperti Annie van Mendoet, Lilie van Tjikampek, dan De Roos van Tjikembang. Cerita-cerita ini disebut dengan Indische Roman, yaitu cerita-cerita yang mengambil inspirasinya dari kehidupan Indonesia, dikarang dalam bahasa Belanda (Brahim, 1968: 116).

Pada tahun yang sama, seorang wartawan dari majalah Doenia Film, bernama Andjar Asmara, ikut masuk ke dalam perkumpulan ini, dan meninggalkan pekerjaannya sebagai wartawan di majalah tersebut. Seperti halnya Njoo Cheong Seng di Miss Riboet Orion, Andjar kemudian juga menjadi tangan kanan Piedro, dan bertugas sebagai penulis naskah perkumpulan. Andjar Asmara menulis beberapa naskah, seperti Dr. Samsi, Si Bongkok, Haida, Tjang, dan Perantaian 99 (Tzu You dalam Sin Po, 1939: 12). Dardanella juga terkenal dengan pemain-pemainnya yang piawai memegang peranan dalam setiap pertunjukan. Para pemain ini terkenal dengan sebutan The Big Five. Anggota Perkumpulan Dardanella yang disebut The Big Five yaitu, Ferry Kock, Miss Dja, Tan Tjeng Bok, Riboet II, dan Astaman (Tzu You dalam Sin Po, 1939: 11-12).

Persaingan untuk meraih perhatian publik antara Miss Riboet Orion dengan Dardanella terjadi di Batavia pada tahun 1931. Sebenarnya persaingan Miss Riboet Orion dengan Dardanella sudah mulai terlihat ketika dua perkumpulan ini memperebutkan “pengakuan nama” dari salah satu pemainnya, yaitu Riboet. Dalam dua perkumpulan ini ada satu pemain yang namanya sama. Ketika itu Dardanella yang sedang bermain di Surabaya, didatangi dan dituntut oleh Tio Tek Djien, pemimpin Miss Riboet Orion, karena Dardanella mempergunakan nama Riboet juga untuk seorang pemainnya. Tio berkata kepada Piedro, “Kami tidak senang Tuan mempergunakan nama yang sama, nama Riboet juga untuk pemain Tuan…kami menyampaikan gugatan, Miss Riboet hanya ada satu dan dia sekarang sedang bermain di Batavia”. Akhir dari perseteruan ini adalah mengalahnya Piedro kepada Tio dan merubah nama Riboet yang ada di Dardanella menjadi Riboet II (Ramadhan KH, 1982: 72).

Memang lazim terjadi persaingan antarperkumpulan sandiwara, terutama di kota besar seperti Batavia. Sebelum persaingan dengan Dardanella, Miss Riboet Orion juga pernah bersaingan dengan Dahlia Opera, pimpinan Tengkoe Katan dari Medan, persaingan ini berakhir dengan kemenangan pihak Orion (Tzu You dalam Sin Po, 1939: 11). Wujud dari persaingan antara Miss Riboet Orion dan Dardanella ini adalah pecahnya perang reklame. Dardanella memajukan Dr. Samsi sebagai lakon andalan mereka, sedangkan Miss Riboet Orion dengan Gagak Solo. Dalam persaingan ini, Dardanella mengandalkan A. Piedro, Andjar Asmara, dan Tan Tjeng Bok, sedangkan Miss Riboet Orion mengandalkan Tio Tek Djien, Njoo Cheong Seng, dan A. Boellaard van Tuijl, sebagai pemimpinnya (Tzu You dalam Sin Po, 1939: 12). Kedua wartawan dalam perkumpulan-perkumpulan itu bekerja dan memutar otak untuk membuat reklame propaganda yang, sedapat-dapatnya, memengaruhi pikiran publik.

Akhirnya Miss Riboet Orion harus menyerah kepada Dardanella. Riwayat Perkumpulan Sandiwara Miss Riboet Orion berakhir pada 1934, ketika penulis naskah mereka Njoo Cheong Seng dan Fifi Young, pindah ke Dardanella.

Dardanella menjadi semakin besar dengan hadirnya anggota-anggota baru seperti Ratna Asmara, Bachtiar Effendi, Fifi Young, dan Henry L. Duarte (seorang Amerika yang dilahirkan di Guam). Dalam Dardanella juga berkumpul tiga penulis lakon ternama, seperti A. Piedro, Andjar Asmara, dan Njoo Cheong Seng, di samping itu, perkumpulan ini diperkuat oleh permainan luar biasa dari bintang-bintang panggungnya seperti Miss Dja, Ferry Kock, Tan Tjeng Bok, Astaman, dan Riboet II.

Pada 1935, Piedro memutuskan untuk mengadakan perjalanan ke Siam, Burma, Sri Lanka, India, dan Tibet, untuk memperkenalkan pertunjukan-pertunjukan mereka. Perjalanan ini disebut Tour d’Orient. Dalam perjalanan itu tidak dipentaskan sandiwara, melainkan tari-tarian Indonesia seperti Serimpi, Bedoyo, Golek, Jangger, Durga, Penca Minangkabau, Keroncong, Penca Sunda, Nyanyian Ambon, dan tari-tarian Papua (Tzu You dalam Sin Po, 1939: 13).

Tour d’Orient adalah perjalanan terakhir Dardanella. Setelah perjalanan itu Dardanella pecah. Dan kisah dua raksasa sandiwara ini pun berakhir…

b)teater Miss Riboet’s Oreon (1925)

c)It is easy to guess the excitement caused by the upcoming event in the island.And yet, life went on as usual: Miss Riboet – a popular actress and singer backthen – performing on stage garnering applause and favourable reviews in the island’s journals, cigarette and beauty cream advertisements, the automobile andthe new man – The Sportsman – coaxed out of the tennis and golf worlds by theworld of fashion…putting Singapore on the movie map with his filmBring’em Back Alive. Not to mention Wheeler and Woolsey, a pair of British comedians, who, in their day, were more popular than Laurel and Hardy. Much excitement was caused whenthe much-loved Charlie Chaplin and his brother arrived in Singapore in 1932 on their way to the Dutch Indies. Certainly, the Hollywood connection created the image of ‘Cesspool of the East’ for Singapore. Singapore was the object of fascination for movie-makers, writers, travelers, real Kings and Queens or theones populating the screens of the newest art.c)pada 25 November 1950 bersama satu rombongan bintang Indonesia termasuk Fifi Young (pelakon filem Zoebaida) dan Miss Riboet Rawit. datang di singapore.

KISAH SUAMI MISS RIBOET TIO TEK HONG

TIO TEK HONG SUMAI MISS RIBOET ADALAH SEORANG SAUDAGAR KAYA, ia memiliki firma penjualan gramohone and piring hitam.

Selain itu ia juga memproduksi kartupos bergambar kota batavia,lihat beberapa koleksi karya Tio Tek Hong dan illustrasi dari majallah Kiekies van Java folk and landen dibawah ini;

.

Uitgave : Tio Tek Hong, Weltevreden (Batavia). No. 1045

Topeng is a style or genre of masked dance and theatre, with music : West Java. We see here a Betawi (Batavia, now Jakarta) group. A search for the expression will turn up wikipedia and other sources; this is pretty good : Henry Spiller, “Topeng Betawi: The Sounds of Bodies Moving”. Asian Theatre Journal 16:2 (1999) : 260-267 (accessed 28 January 09)

.

PS MORE COLLECTIONS LOOK AT MY CYBERMUSEUM,PLEASE CLICK hhtp://www.Driwancybermuseum.wordpress.com

the end @ copyright Dr Iwan suwandy 2011

Read Full Post »

WELCOME COLLECTORS FROM ALL OVER THE WORLD

SELAMAT DATANG KOLEKTOR INDONESIA DAN ASIAN

AT DR IWAN CYBERMUSEUM

DI MUSEUM DUNIA MAYA DR IWAN S.

_____________________________________________________________________

SPACE UNTUK IKLAN SPONSOR

_____________________________________________________________________

*ill 001

*ill 001 LOGO MUSEUM DUNIA MAYA DR IWAN S.*ill 001

THE FIRST INDONESIAN CYBERMUSEUM

MUSEUM DUNIA MAYA PERTAMA DI INDONESIA

DALAM PROSES UNTUK MENDAPATKAN SERTIFIKAT MURI

PENDIRI DAN PENEMU IDE

THE FOUNDER

Dr IWAN SUWANDY, MHA

BUNGA IDOLA PENEMU : BUNGA KERAJAAN MING SERUNAI( CHRYSANTHENUM)

WELCOME TO THE MAIN HALL OF FREEDOM

SELAMAT DATANG DI GEDUNG UTAMA “MERDEKA

SHOWCASE :
The Earliest Album Record Productions Historic Collections Exhibition

Frame One : Introduction
1. I have starting build the collections of Gramophone plate since study in hish school at Padang city West Sumatra in 1960.

2. Until this day in 2011 I cannot found the complete informations about the Indonesian’s gramophone plate History, that is why I have made reasech about this topic in order to give the young generations about the development of music gramophone technology in the world since found by Mr Thomas Alfa Edison and when first arrived in Indonesia during The Dutch East colionial Era.

3. I will show my collections with information from that very rare and amizing historic collections, very lucky I had found vintage book of gramophone and also many info fram google explorations,especially from wikipedia ,for that info thanks very much.

4. This exhibtion will divide into two parts, first before World War I and second Between WWI and WWII. all during Indonesia under Dutch east Indie Colonial time.

5.The earliest Gramophone’s Plate in 19Th Century produced by Addison inc with very thick plate almost 4 times then now circa 1 cm,then became half centimer and latest 0,2 cm more thin,please look the comperative picture below:

First the mechanic gramophone look the promotion picture of His Mater Voice company below:

and later electric gramophone, still used gramophone needle look the needle promotion label below :

6.In Indonesia during Colonial time , the gramophone’s plate sold by the chinese marchant ,many at Pasar Baru Market Batavia (Jakarta) please look the trader mark below :

7.The Edisson first Gramophone Info from google exploration

The Inventions of Thomas Edison

History of Phonograph – Lightbulb – Motion Pictures

Replica of original phonograph

Phonograph – HistoryThe first great invention developed by Edison in Menlo Park was the tin foil phonograph. While working to improve the efficiency of a telegraph transmitter, he noted that the tape of the machine gave off a noise resembling spoken words when played at a high speed. This caused him to wonder if he could record a telephone message. He began experimenting with the diaphragm of a telephone receiver by attaching a needle to it. He reasoned that the needle could prick paper tape to record a message. His experiments led him to try a stylus on a tinfoil cylinder, which, to his great surprise, played back the short message he recorded, “Mary had a little lamb.”

The word phonograph was the trade name for Edison’s device, which played cylinders rather than discs. The machine had two needles: one for recording and one for playback. When you spoke into the mouthpiece, the sound vibrations of your voice would be indented onto the cylinder by the recording needle. This cylinder phonograph was the first machine that could record and reproduce sound created a sensation and brought Edison international famous

8.The Gramophone’s Plate procduction company whic found in Indonesia were

1) 19th century

(1) Addison Record

(2) Hias Master Voice

2)Early 20th century

(1)parlopone

(2) Odeon

(3)Earlieast Polydor

(4)Imperial

(5)Columbia China

(6)Brunswick

3)Pre Wolrd war II

(1)RCA-His Master Voice Shanghai China

(2) Decca

(3) Irama India with song Djali Djali

8.I hope the collectors of all over the world ,especially Indonesian Collectors plaes honor my copyright with donnot copy or tag this exhibitons without my permisssion,thanks.

Jakarta January 2011

Dr Iwan suwandy @ copyright 2011

Frame two :
The Earliest International Album Record Production Historic Collections Found In Indonesia
7.The Gramophone’s Plate procduction company whic found in Indonesia were

1) 19th century

(1) Edison Record

Edison Records

Edison Records was the one of the earliest record labels which pioneered recorded sound and was an important player in the early recording industry.
Edison Records
Parent company Thomas A. Edison, Inc.
Founded June 28, 1888
Defunct October, 1929
Revived c. 1990s
Founder Thomas Edison
Jesse H. Lippincott
Status Defunct
Distributor(s) (independent, mostly through dealers, jobbers, and mail order)
Genre Variety (classical, popular, etc.)
Country of origin United States, some major European countries
Location West Orange, New Jersey

1903 advertisement for Edison Records
PS MORE COLLECTIONS LOOK AT MY CYBERMUSEUM BLOG, PLEASE CLICK hhtp://www.Driwancybermuseum,wordpress.com
the end @ copyright Dr Iwan suwandy 2011

Read Full Post »

WELCOME COLLECTORS FROM ALL OVER THE WORLD

SELAMAT DATANG KOLEKTOR INDONESIA DAN ASIAN

AT DR IWAN CYBERMUSEUM

DI MUSEUM DUNIA MAYA DR IWAN S.

_____________________________________________________________________

SPACE UNTUK IKLAN SPONSOR

_____________________________________________________________________

*ill 001

*ill 001 LOGO MUSEUM DUNIA MAYA DR IWAN S.*ill 001

THE FIRST INDONESIAN CYBERMUSEUM

MUSEUM DUNIA MAYA PERTAMA DI INDONESIA

DALAM PROSES UNTUK MENDAPATKAN SERTIFIKAT MURI

PENDIRI DAN PENEMU IDE

THE FOUNDER

Dr IWAN SUWANDY, MHA

BUNGA IDOLA PENEMU : BUNGA KERAJAAN MING SERUNAI( CHRYSANTHENUM)

WELCOME TO THE MAIN HALL OF FREEDOM

SELAMAT DATANG DI GEDUNG UTAMA “MERDEKA

SHOWCASE :

Pameran Koleski Piringhitam Penyanyi Idola 1960-1970
(The Vintage Idle Singers Recordplayback Plate)
Frame One :
Introduction
1.Diantara tahun 1960 sampai 1970 seiring dengan perkembangan Televisi d Indonesia, beberapa penyanyi terkenal didunia menjadi idola para orang tua dan anak remaja di SMA (sekarang SMU) sehingga piring hitamnya sangat dicari walaupun harganya masih mahal akibat dikenakan pajak barang mewah dan hanya bagi mereka yang studi keluar negeri mampu membelinya.

Betwwen 1960-1970 during the development of television in Indonesia, some famous singers became idle by their fans the oldman and the your high school scholar,but the price of the playrecord plate still high because added tax for exclusived things, only who sturies abroad could by it.

2. Saya muali mengumpulkan priringhitam penyanyi populer anatara tahun 1990-2000 ketika semuaorang mengunakan pita kaset dan CD, seluruh piring hitam lama dibuang dan saya dapat membeli dengan harga yang sangat murah, tetapi sekarang harganya mulai mahal karena banyak kolektor piringhitam antik mencarinya.

I am starting to collect that populer singer playrecord plate in 1990-2000 when everybodies used Casset Redorder and CD, all the vintage playrocord plate were thrown and I could bought with very cheapest price, but now become more expensive due to many collectors seeking that rare collections.

3.Untuk kenang-kenangan masa lalu, saya melaksanakan pameran koleksi piring hitam penyanyi idola 1960-1970 sebagai kenang-kenangan bagi para orang Tua ,tentunya juga bagi generasi penerus .

As the remembrance of the past, I have make vintage playrocord plate of the idle singers era 1960-1970 for oldiest memoriable ,also for young generations.

Jakarta January 2011

Dr Iwan suwandy

Frame two:
Dr Iwan Collections
1.Jim Reeves

Jim Reeves

Jim Reeves

Background information
Birth name James Travis Reeves
Also known as Gentleman Jim
Born August 20, 1923(1923-08-20)
Galloway, Texas, U.S.
Died July 31, 1964(1964-07-31) (aged 40)
Williamson County, Tennessee, U.S.
Genres Country, Nashville sound
Occupations Singer–songwriter, musician
Years active 1949–64
Labels RCA Records, Fabor, Macy, Abbott
Associated acts Chet Atkins, Floyd Cramer, Dottie West

James Travis Reeves (August 20, 1923 – July 31, 1964) was an American country and pop music singer-songwriter popular in the 1950s and 1960s who also gained a wide international following for his pioneering smooth Nashville sound. Known as Gentleman Jim, his songs continued to chart for years following his death at age 40 in a private airplane crash. He was a member of the Country Music and Texas Country Music Halls of Fame.

PS MORE COLLECTIONS LOOK AT MY CYBERMUSEUM BLOG, PLEASE CLICK hhtp://www.driwancybermuseum.wordpress.com

the end @ copyright Dr Iwan suwandy 2011

Read Full Post »

WELCOME COLLECTORS FROM ALL OVER THE WORLD

SELAMAT DATANG KOLEKTOR INDONESIA DAN ASIAN

AT DR IWAN CYBERMUSEUM

DI MUSEUM DUNIA MAYA DR IWAN S.

_____________________________________________________________________

SPACE UNTUK IKLAN SPONSOR

_____________________________________________________________________

*ill 001

*ill 001 LOGO MUSEUM DUNIA MAYA DR IWAN S.*ill 001

THE FIRST INDONESIAN CYBERMUSEUM

MUSEUM DUNIA MAYA PERTAMA DI INDONESIA

DALAM PROSES UNTUK MENDAPATKAN SERTIFIKAT MURI

PENDIRI DAN PENEMU IDE

THE FOUNDER

Dr IWAN SUWANDY, MHA

BUNGA IDOLA PENEMU : BUNGA KERAJAAN MING SERUNAI( CHRYSANTHENUM)

WELCOME TO THE MAIN HALL OF FREEDOM

SELAMAT DATANG DI GEDUNG UTAMA “MERDEKA

SHOWCASE :Pameran Ko0lkesi Piring Hitam Legendaris Dunia X
(The Legend Singers Playrecord Exhibition)

Introduction
1.Saya mulai koleksi p1ringan hitam penyanyi legendaris sejak masih sekolah di SMA tahun 1959-1963 tetapi saat itu harganya masih tinggi serta masa era Bung Karno masih dilarang musik Rock ia mengatakan itu musik Ngak Ngik Ngok, penyanyi Indonesia yang meniru dipenjarakan. Oleh karena itu sangat sulit menemukan koleksi piring hitam penyanyi rocker di Indonesia era 1950-1965 .

I am starting collecting palyrecord plate during high sschool in 1959-1963, but the price high ,also during President Sukarno era, the rocker music were forbidden and the Indonesian singer who sing that song were put in jail.That is why very difficult to found the earliest rocker playrecord plate in Indonesia.

2.Pada era Pak Harto 1966-1998 sudah mulai beredar tetapi dengan kemajuan teknologi piring hitam mulai ditinggalkan akibat muculnya pita kaset dan CD serta majunya internet sehingga banyak lagu-lagu dapat di tag di Internet.

During President suharto era 1966-1998 the rocker playrecord became exist,but in the advanced of technologi the playrecord plate were leaved because staring more practise playrecord like Cassett reel , CD and DVD also everybody could tag the music from Internet.

3. Pada tahun 1990-2000, saya mulai lebih aktif mengumpulkan pirang hitam penyanyi legendari dunia , dan tahun 2005 ketika membaca informasi tentang 100 artis Musik Terbesar sepanjang masa di Edisi Istimewa dalam bahasa Indonesia Majalah Rolling-Stone , barulah saya memperoleh informasi lengkap tentang penyanyi legendaris dunia tersebut dan beburu piringan hitam mereka jadi lebih serius sampai hampir lengkap koleksi tersebut kecuali beberapa penyanyi legendaris yang kurang begitu populer di Indonesia sangat sulit untuk memperoleh koleksi penyanyi tersebut.

Between the years 1990-2000, I had more active to build my legendary singer playrecord collections and in 2005 I have a best info from The Rolling stone specuial edition magazine in Indonesia language, with this info I have understood about 100 legendary singers in the world and I had playrecord hunting more seriouslly at least my collections almost complete except the unpopuler singer in Indonesia.

4. Dalam rangka memenuhi permintaan para sahabat kolektor dan fans penyanyi legendaris, saya pamerkan koleksi saya di Cybermuseum dalam lima frame dengan amsingh-masing frame sepuluh penyanyi legendaris mulai dari no satu sampai seratus. Harap para kolektor yang memiliki piring hitam para legendaris yang belum saya miliki harap berkenan memamerkan koleksinya di cyb ermuseum,harap kontak liwat comment.

I have show my collections because many collectors asked me, but some legendary singer playrecord still not found,please who have it to show at cybermuseum ,please contac via comment,thanks.

5. Harap bersabar karena install masih dalam process.Please be patient the install still in processing.

Jakarta January 2011

Dr Iwan Suwandy

Frame One.
A. Dr iwan Collections
1.The Beattle

2.Bob Dyland
3.Elvis Presley

4.The Rolling Stones
5.Chuch Berry
6.Jimmi Hendrix
7.James Brown
8.Little Richard
9.Aretra Franklin
10. Ray Charles
B.The Historic Collections
1.The Beatles

The Beatles

The Beatles in 1964
John Lennon, Paul McCartney,
George Harrison, Ringo Starr

PS. MORE COLLECTIONS LOOK AT MY CYBERMUSEUMJ ,PLEASE CLICK hhtp://www.driwancybermuseum.wordpress.com

the end @ copyright Dr Iwan suwandy 2011

Read Full Post »

WELCOME COLLECTORS FROM ALL OVER THE WORLD

SELAMAT DATANG KOLEKTOR INDONESIA DAN ASIAN

AT DR IWAN CYBERMUSEUM

DI MUSEUM DUNIA MAYA DR IWAN S.

_____________________________________________________________________

SPACE UNTUK IKLAN SPONSOR

_____________________________________________________________________

*ill 001

*ill 001 LOGO MUSEUM DUNIA MAYA DR IWAN S.*ill 001

THE FIRST INDONESIAN CYBERMUSEUM

MUSEUM DUNIA MAYA PERTAMA DI INDONESIA

DALAM PROSES UNTUK MENDAPATKAN SERTIFIKAT MURI

PENDIRI DAN PENEMU IDE

THE FOUNDER

Dr IWAN SUWANDY, MHA

BUNGA IDOLA PENEMU : BUNGA KERAJAAN MING SERUNAI( CHRYSANTHENUM)

WELCOME TO THE MAIN HALL OF FREEDOM

SELAMAT DATANG DI GEDUNG UTAMA “MERDEKA

SHOWCASE :

Pameran Keramik Belanda(The Dutch Porcelain Exhibtion)
Frame One:The Maastrict Porcelain
Boerenbont
Boerenbont

A boerenbont plate.

Boerenbont is a traditional pattern used on pottery from the Netherlands. Translated from Dutch, “Boer” means farmer and “bont” refers to a mixture of colors. The distinctive floral pattern is hand-painted with simple brush strokes of red, yellow, green, and blue. Currently manufactured by Royal Boch in Belgium, the pattern originated as a local craft made by farmer’s wives in the 19th century [1]. According to the Royal Boch website, a variety of patterns have followed the path of Dutch merchants all over the world, from Sumatra to Zanzibar via Goa. [2] It remains a popular pattern today

Boer War

Frame Two:The Gauda Pottery

A vase in the “Chryso” pattern, circa 1925, manufactured by Kunstaardewerkfabriek Regina of Gouda, Holland.

Gouda is a style of Dutch pottery named after the city of Gouda. Gouda pottery gained worldwide prominence in the early 20th century and remains highly desirable to collectors today.

Gouda pottery is diverse and visually distinctive in appearance, typically illustrated with colourful and highly decorated Art Nouveau or Art Deco designs.

PS MORE COLLECTIONS LOOK AT MY CYBERMUSEUM BLOG,PLEASE CLICK
hhtp://www.Driwancybermuseum.wordpress.com
the end @ Copyright Dr Iwan Suwandy 2011

Read Full Post »

WELCOME COLLECTORS FROM ALL OVER THE WORLD

SELAMAT DATANG KOLEKTOR INDONESIA DAN ASIAN

AT DR IWAN CYBERMUSEUM

DI MUSEUM DUNIA MAYA DR IWAN S.

_____________________________________________________________________

SPACE UNTUK IKLAN SPONSOR

_____________________________________________________________________

*ill 001

*ill 001 LOGO MUSEUM DUNIA MAYA DR IWAN S.*ill 001

THE FIRST INDONESIAN CYBERMUSEUM

MUSEUM DUNIA MAYA PERTAMA DI INDONESIA

DALAM PROSES UNTUK MENDAPATKAN SERTIFIKAT MURI

PENDIRI DAN PENEMU IDE

THE FOUNDER

Dr IWAN SUWANDY, MHA

BUNGA IDOLA PENEMU : BUNGA KERAJAAN MING SERUNAI( CHRYSANTHENUM)

WELCOME TO THE MAIN HALL OF FREEDOM

SELAMAT DATANG DI GEDUNG UTAMA “MERDEKA

Showcase :

PAMERAN KOLEKSI TENTARA KNIL
*

*allied forces pamphlet used by KNIL for administation 1946-1950 because the scarce of the paper that time

The Dutch East Indie Army KNIL Collections Exhibition
*

*the last KNIL salary oder(SK gaji KNIL terakhir) tahun 9 feb.1950 ,beberapa bulan sebelum dibubarkan juli 1950 dan di lebur kedalam TNI RIS.dan NRI.

Frame one:
Kata Pengantar(Introductions)
1.DALAM RANGKA MEMPERINGATI 160 TAHUN BERDIRINYA KESATUAN TENTARA KERAJAAN HINDIA BELANDA KNIL DI INDONESIA, Driwnacybermuseum MENGADAKAN PAMERAN KOLEKSI POSTAL HISTORY,POSTACARD,DOKUMEN DAN ILLUSTRASI DARI TENTARA KNIL. SEMOGA KELUARGA BESAR KNIL YANG ADA DIINDONESIA DAN NEGERI BELANDA AKAN MERASA GEMBIRA MENYAKSIKAN PAMERAN INI.

IN ORDER THE 160 YEARS OF KNIL IN DUTCH EAST INDIE ANNIVERSARY ,Driwancybermuseum Blog MAKE THE SPECIAL KNIL POSTAL HISTORY,PICTURES AND DOCUMENT COLLECTIONS EXHIBITON AND I HOPE ALL THE KNIL FAMILY FROM INDENSEIA AND NETHERLAND WILL ENJOY TO LOOK AT THIS AMIZING EXHIBTION AND SEND THE COMMENT WITH THEIR GRANDPA KNIL PICTURES AND DOCUMENT WITH POSTAL HISTORY COLLECTIONS TOO ME VIA COMMENT FOR MADE THIS EXHIBITION MORE COMPLETE INFO.

2.SETELAH TIGA PULUH TAHUN MENGUMPULKAN KOLESKI TERAKIT KNIL,DAN DENGAN MENINGKATNYA TEKNOLOGI EKSPLORASI INTERNET TERUTAMA GOOGLE , SAYA TELAH MENGHIMPUN BANYAK INFO TENTANG KNIL YANG SELAMA INI HANYA DITAMPILKAN TERSEBAR DALAM JUMLAH KECIL.BERBERAPA KOLEKSI YANG MENARIK BERUPA :

AFTER 30 YEARS COLLCTING KNIL RELATED COLLECTIONS AND THE ADVANCED OF INTERNET EXPLORATIONS LIKE GOOGLE, I HAD BUILDED TEH AMIZING COLLECTIONS LIKE :

A. BOOK

B.POSTAL HISTORY

C.VINTAGE PICTURE POSTCARD

D.VINTAGE BOOK ILLUSTRATIONS

E.DOCUMENTS

3, THIS EXHIBTION STILL NOT COMPLETE DAN MANY UNCORRECT INFO BECAUSE VERY DIFFICULT TO FING THE COLLECTIONS TO DAY, THAT IS WHY I NEED MOE CORECTIONS AND SUGGESTION ALSO MORE COLLECTIONS TO MAKE MORE BEST EXHIBITION.

PAMERAN INI TIDAK LEGKAP DAN MASIH BANYAK KEKURANGAN NYA OLEH KARENA ITU SAYA MNGHARAPKAN KOMENTAR PERBAIKAN,SARAN DAN KOLEKSI LEBIH BANYAK,DAN DITAMPILKAN DALAM TIGA BAGIAN KARENA KOLEKSI SANGAT BANYAK , PERTAMA KATA PENGANTAR ,KEDUA DAN KETIGA DALAM BAHASA INGGRIS SENJATA DAN ALAT PERNAG,SERTA SEJARAH KNIL,

4, TERIMA KASIH ATASEGALA BANTUAN DARI TEMAN-TEMAN SEHINGGA PAMERAN INI DAPAT TERLAKSANA.

5. I hope all the vistors be partient because the illustrations and informations still in install processing.

TKANS VERY MUCH TO ALL OF MY FRINED WHICH MADE THIS EXHIBITION CAN BE DONE

GREATING FROM THE BKLOG FOUNDER

Dr Iwan Suwandy @ copyright 2o11

Frame Two:
The KNIL Historic Collections
I.INTRODUCTION
The Royal Netherlands East Indies Army (Koninklijk Nederlands Indisch Leger; KNIL) was the military force maintained by the Netherlands in its colony of the Netherlands East Indies (also known as the Dutch East Indies, and now modern Indonesia). The KNIL’s air arm was the Royal Netherlands East Indies Army Air Force. Elements of the Royal Netherlands Navy were also stationed in the Netherlands East Indies.

Contents
1 History 1830-1942
2 World War II
3 1945-1950
4 Recruiting
5 Notes
6 References
7 External links

PD MORE COLLECTIONS LOOK AT MY CYBERMUSEUM,PLEASE CLICK hhtp://www.Driwancybermuseum.wordpress.com

the end @ copyright Dr Iwan suwandy 2011

Read Full Post »

Older Posts »